Pertanyaan ini mungkin salah satu yang paling sering ditanyakan oleh orang di seluruh dunia, kita semua tahu kalau Tuhan itu adalah kasih adanya, akan tetapi kenapa dunia ini sangat penuh dengan penderitaan?

Lihat saja peperangan, bencana alam, kemiskinan, kelaparan, sakit penyakit yang ada di dunia ini, terkadang kita jadi berpikir, “apakah ada Tuhan di dunia ini? Apakah Tuhan tidak tahu mengenai semua hal yang terjadi sekarang ini? Kenapa Tuhan membiarkan semua ini terjadi?”

Kekecewaan, ketakutan, kekhawatiran seakan membuat kita menjadi meragukan tentang kasih Allah, bahkan tidak sedikit orang yang malah menjadi kecewa dan meninggalkan Tuhan.

Lalu bagaimana dengan Anda?

Saya mungkin tidak tahu secara persis tentang apa yang sedang terjadi di dalam kehidupan anda saat ini, tetapi yang saya tahu pasti adalah kekecewaan, putus asa pastilah pernah anda alami, bahkan mungkin sedang anda alami saat membaca artikel ini, dan mungkin di hati anda mulai meragukan tentang kasih Tuhan?

Pertanyaan mengenai kasih Allah di tengah-tengah penderitaan memang sulit dijawab dan hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi iman orang Kristen.

Di artikel kali ini, saya akan mencoba menjelaskan mengenai otoritas Tuhan di dalam segala sesuatu yang saat ini terjadi di kehidupan kita dan membuktikan kepada anda kalau Tuhan itu adalah kasih adanya, karena kasihNya tidak pernah gagal.

Kita hidup di dunia yang tidak sempurna

Hal pertama yang perlu anda ketahui tentang dunia ini adalah, bahwa it’s not a perfect world, dunia ini telah jatuh ke dalam dosa. kita tidak hidup di dalam dunia yang sempurna, ini bukanlah taman Eden, tetapi dunia yang telah jatuh ke dalam penghukuman Tuhan akibat dosa Adam dan Hawa.

Manusia saat itu hidup dalam hubungan yang rusak dengan Tuhan, banyak di antara kita yang hidup sesuai dengan keinginan kita sendiri dan sama sekali tidak memperdulikan Tuhan. Sepanjang sejarah kita melihat bahwa manusia telah jatuh ke dalam berbagai macam penyembahan berhala, mereka membuat benda mati yang tidak bisa melihat dan mendengar untuk mereka sembah dan hal ini tentunya membuktikan betapa buruknya hubungan manusia dengan Tuhan.

Betapa dosa telah membuat jurang pemisah yang sangat dalam antara Tuhan dan manusia, sehingga tidak ada satupun perbuatan baik yang bisa manusia lakukan untuk dapat menyeberangi jurang dosa tersebut. (Roma 3:23)

Penderitaan yang dialami Tuhan Yesus

Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia–begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi–demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.” (Yesaya 52:13-15)

Bicara mengenai penderitaan, kita tidak bisa menutup mata mengenai penderitaan yang juga telah dialami oleh Tuhan Yesus.

2000 tahun yang lalu, bangsa Romawi telah menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus dan dalam prosesnya, Yesus telah dianiaya, dihina, hingga mati di atas kayu salib. Penderitaan luar biasa yang dialami Yesus menunjukan betapa dahsyatnya amarah Tuhan terhadap dosa umat manusia.

Tuhan Yesus telah datang untuk menghapus dosa umat manusia dan memaku surat hutang dosa di atas kayu salib dan melunasinya untuk kita semua, Dia telah dijadikan korban penebusan dosa bagi dosa anda dan saya, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya boleh mendapatkan kasih Karunia Allah yaitu pengampunan atas dosa-dosa kita.

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia”. (Yoh 1:29)

Tetapi kabar baiknya adalah Tuhan Yesus telah bangkit dari kematian dan membagi-bagikan kemenangan itu juga kepada kita semua yang mau percaya di dalam nama-Nya.

Yesus telah menderita untuk saya dan untuk anda, supaya kita tidak perlu lagi menderita akibat dosa. Kalau kita belajar mengandalkan Tuhan dalam hidup kita maka saya yakin tidak ada beban yang terlalu berat untuk kita pikul karena Tuhan akan memberikan kita kekuatan untuk menanggungNya.

Kuasa dan Kasih Allah dan Penguasa Dunia Saat Ini

Apabila kita bertanya kenapa Tuhan yang penuh kasih mengijinkan penderitaan dan bencana di mana-mana, kita harus juga mengerti bahwa ada 3 hal yang bersifat mutlak di alam semesta ini.
yaitu Allah adalah kasih, Allah berkuasa dan ada iblis atau setan saat ini masih menguasai dunia.

Penderitaan Menimpa semua orang

Apakah penderitaan dan bencana yang saat ini terjadi menunjukan kasih Allah? Sisi lain dari kasih bukan hanya sekedar menjauhi kita dari rasa sakit, terkadang kasih pun harus dinyatakan dalam bentuk hardikan ataupun tindakan yang mengejutkan kita supaya kita pun dapat belajar dari kesalahan-kesalahan kita.

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
(Wahyu 3:19)

“Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya, dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak” (Ibrani 12:6).

Misalnya saja orang tua mana yang tidak mendidik anaknya dengan keras saat dia melakukan kesalahan yang akan merugikan dirinya sendiri? Terkadang saat teguran tidak dihiraukan, maka pengajaran yang lebih keras akan dibutuhkan untuk meluruskan kembali jalan anak tersebut.

Tapi terkadang kita melihat kemalangan juga terjadi kepada orang-orang yang mungkin saleh hidupnya, kita jadi bertanya-tanya, “dosa apakah yang dilakukannya sehingga dia ditimpa kemalangan dalam hidupnya?” Sama seperti kisah Ayub yang mana Tuhan mengijinkan setan untuk menghantam hidup Ayub dengan berbagai macam kemalangan (Ayub 1:12).

Kita kemudian melihat bagaimana masalah demi masalah mulai menghampiri hidupnya mulai dari kehilangan harta, ditinggal istrinya, dicela teman-temannya, dan kehilangan anak-anaknya dan juga kesehatannya.

Tetapi apakah yang dilakukan oleh Ayub saat istrinya sendiri bahkan membujuknya untuk mengutuki Tuhan? Ayub tetap setia kepada Tuhan dan tidak ada satupun kata kutuk dan keluar dari mulutnya meskipun dia mengalami penderitaan yang di luar kewajaran, jangankan kata kutuk, pikiran bahwa Allah melakukan hal yang kurang patut pun tidak pernah terbesit dalam pikiran Ayub.

Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya” (Ayub 2:10)

Seperti matahari yang terbit untuk orang benar maupun tidak benar, penderitaan juga bisa menimpa orang benar ataupun tidak benar, sehingga menyisakan pertanyaan “kenapa?” di benak setiap orang.

Kalau Tuhan mengijinkan penderitaan terjadi pada orang yang berbuat kesalah maka sudah pasti kita bisa menebak bahwa Tuhan mau dia untuk bertobat dari kejahatannya dan kembali ke jalan yang benar, sehingga imannya akan kembali bertumbuh kepadaNya.

Tetapi apabila Tuhan mengijinkan penderitaan terjadi di kehidupan orang benar, orang yang saleh bahkan seperti kisah Ayub, Tuhan ingin supaya iman orang saleh itu boleh menjadi kesaksian bagi orang-orang lain yang belum percaya sehingga nama Tuhan yang akhirnya dipermuliakan.

Saya melihat sebuah benang merah di dalam penderitaan yang dialami oleh umat manusia, yaitu Tuhan ingin supaya iman kita bertumbuh kepadaNya, penderitaan seharusnya tidak membuat kita semakin menjauh dari Tuhan, tetapi sebaliknya membawa kita semakin dekat denganNya.

Tuhan menguji manusia setiap saat dan setiap waktu dan hendaknya kitapun bisa berkata seperti Ayub, “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.“ (ayub 23:10)

Di tengah-tengah badai kehidupan yang menimpa kita, mari kita juga sama-sama percaya bahwa Tuhan berdaulat, Tuhan berkuasa atas segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan ini, ARTINYA Tuhan pasti akan menolong kita dan memulihkan kehidupan kita sama seperti Tuhan memulihkan keadaan Ayub (Ayub 42) di mana Ayub menerima berkali-kali lipat dari semua yang telah hilang dalam kehidupannya.

Iblis mungkin masih berjalan berkeliling mencari orang yang akan diterkamnya tetapi kita boleh berharap kepada kasih dan kuasa Allah dan tetap percaya bahwa apapun yang terjadi Tuhan pasti akan selalu beserta kita.

Tuhan Yesus pernah mengutarakan isi hatinya, “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8)

Penderitaan adalah alat Tuhan untuk menguji iman kita

Manusia seringkali bertanya kenapa harus ada penderitaan dan bencana di mana-mana, tetapi pernahkah kita berpikir apabila di dunia ini tidak ada penderitaan, bayangkan kita hidup di dunia yang semuanya serba indah, tidak ada perjuangan, darah ataupun air mata.

Jika kita hidup di dunia yang serba sempurna, apakah manusia akan tetap ingat akan Tuhan?

Jika kita tidak perlu berjuang untuk sesuatu, jika semuanya bisa ada tanpa harus ada pergumulan, jika semua hal di dunia ini berada dalam kendali manusia, saya yakin kalau manusia pasti akan melupakan Tuhan.

Pernahkah anda mendengar orang mengatakan sebuah sindiran, “Waktu susah baru ingat Tuhan”, sindirin ini mengungkapkan sifat dasar dari manusia sendiri yaitu saat manusia berada dalam kejadian yang luar biasa, bencana ataupun penderitaan yang di luar kemampuan dia, maka dia akan mencari sebuah sosok yang lebih besar dari dirinya sendiri untuk menolongnya dan yang bisa memberikan jalan keluar dan saat itulah manusia mencari Tuhan.

Tuhan Allah sangat merindukan sebuah persekutuan dengan saudara dan saya, Dia ingin supaya kita boleh mengenal Dia dan tinggal di dalam kasih karuniaNya. Itulah sebabnya Tuhan Yesus telah datang ke dunia ini dan menanggung dosa kita semua, agar hubungan kita dengan Allah boleh dipulihkan dan kita dapat kembali memiliki sebuah persekutuan yang indah bersama dengan Tuhan sama seperti saat Adam dan hawa belum jatuh ke dalam dosa.

Lalu bagaimana caranya supaya manusia bisa mengingat Tuhan? Bukankah melalui penderitaan? Masalah? Bencana? Lihatlah bagaimana manusia berbondong-bondong mencari Tuhan saat mereka ingin keluar dari masalah, ketika mereka ingin disembuhkan dari sakit penyakit, ketika mereka ingin diberikan kekuatan untuk melalui hari-hari kehidupan mereka.

Sekarang patutkah kita terus menanyakan, jika Allah adalah kasih kenapa harus ada penderitaan? Penderitaan adalah alat yang Tuhan gunakan untuk membawa kita mendekat kepadaNya, jadi jangan jadikan penderitaan sebagai alasan bagi kita untuk menjauhi Tuhan bahkan menolak keberadaanNya.

Tanpa penderitaan dan masalah, manusia pasti akan melupakan dan meninggalkan Tuhan dan akhirnya iman yang kita milikipun akan semakin memudar dan hilang. Lalu apakah yang akan kita bawa nanti ke hadapan Tuhan? Justru karena Allah adalah kasih maka Dia mengijinkan penderitaan itu ada di dunia ini, supaya iman kita akan menjadi semakin kuat dan bertumbuh di dalam Dia.

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia“. (Yak 1:12)

KasihAgape.com memperlengkapi tubuh Kristus yaitu gereja Tuhan di dalam pengajaran supaya iman kita terus bertumbuh di dalam Yesus sehingga rencana Tuhan boleh digenapi di dalam kehidupan kita.

Write A Comment

Pin It