Pertanyaan ini sudah sering ditanyakan oleh orang-orang yang belum mengenal Kristus dan hal ini memang sangatlah wajar mengingat Yesus sendiri selalu menjadi sumber kontradiksi.

Setiap agama memiliki pandangan yang berbeda tentang siapa Yesus itu, ada yang bilang Dia hanyalah seorang nabi, seorang filsuf, ataupun manusia yang kemudian menjadi Tuhan. Jadi sebenarnya siapakah Yesus itu? Apakah Dia telah ada sebelum dunia ini diciptakan? Ataukah keberadaanNya baru ada ketika Dia dilahirkan ke dunia ini sebagai manusia?

Berikut ini saya akan coba memberikan penjelasan mengenai siapa Yesus itu, terutama mengenai apakah Yesus itu Tuhan?

Saya akui memang tidak ada satupun ayat di dalam Alkitab yang mengatakan sama persis bahwa, “Aku (Yesus) adalah Tuhan”. Tetapi perlu digaris bawahi juga bahwa tidak ada satupun ayat di dalam Alkitab yang mengatakan, “Aku (Yesus) bukan Tuhan”. Tetapi yang terpenting adalah Tuhan Yesus telah menunjukan dalam berbagai macam peristiwa bahwa Dia adalah Tuhan.

Lalu mengapakah Tuhan Yesus tidak pernah secara gamblang mengatakan hal ini kepada murid-muridNya? Saya tidak bisa membayangkan apabila 2000 tahun yang lalu Tuhan Yesus mengatakan kepada semua orang yang Dia layani atau temui bahwa Dia adalah Tuhan, menurut anda apakah yang akan terjadi?

Yang pasti di tengah-tengah kerasnya adat orang Yahudi, maka bisa dipastikan bahwa pelayanan Yesus tidak akan bertahan selama tiga setengah tahun karena orang Yahudi menganggap orang yang mengatakan atau menyamakan DiriNya dengan Tuhan sebagai bentuk penghujatan dan harus dihukum mati.

Dalam budaya monoteisme yang dianut oleh bangsa Yahudi saat itu maka Tuhan Yesus lebih ingin menampilkan Allah Bapa daripada diriNya sendiri sebagai Anak. Tetapi melalui pekerjaan yang Tuhan Yesus telah lakukan di dunia ini, Dia ingin menunjukkan kepada manusia bahwa Allah ada di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa, bahwa Yesus dan Bapa adalah satu. (Yoh 10:30).

Tuhan Yesus lebih memilih jalan yang tidak banyak menimbulkan kegaduhan, yaitu membiarkan mereka menerka-nerka tentang DiriNya melalui cara hidupNya, pengajaran-Nya dan pekerjaan-pekerjaan yang Dia lakukan.

Pada saat Yohanes pembaptis menyuruh murid-muridnya menanyakan kepada Yesus apakah Dia Mesias maka Tuhan Yesus menjawab, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” (Mat 11:4-6)

Tuhan Yesus saat itu telah menggenapi ciri-ciri datangnya era Mesias seperti yang tertulis di kitab Yesaya, “Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan,dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai;” (Yes 35:5-6)

Sekarang karena saya tidak bisa memberikan ayat di mana Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan (sama persis kata per kata), saya lebih suka memberikan ayat di mana Yesus memperlihatkan bahwa Dia adalah Tuhan, mungkin benar kata orang yang berbunyi kalau “Actions speaks louder than words”.

Ayat-ayat yang meneguhkan keilahian Yesus banyak terdapat pada kitab injil Yohanes, siapakah Yohanes? Yohanes sendiri adalah salah satu murid Yesus dan dia adalah saksi hidup mengenai perjalanan hidup dari Tuhan Yesus, jadi keaslian maupun kepastian dari kesaksiannya tentang Yesus tidak diragukan lagi.

Sebelumnya saya hanya ingin memberitahukan kalau konten ini lumayan panjang, jadi kalau tidak sempat membaca semuanya maka pastikan untuk membookmark halaman ini supaya anda bisa melanjutkan membacanya di lain waktu.

Sekarang mari kita lihat satu persatu ayat-ayat ini.

Yesus adalah Firman yang telah menjadi manusia.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan“. (Yoh 1:1-3)..Firman itu telah menjadi manusia (ayat 14).

Pada injil Yohanes 1:1-3, di sana dikatakan dengan sangat jelas mengenai jati diri dari Yesus sendiri. Dia adalah Firman yang telah menjadi manusia, Yesus telah ada bersama dengan Bapa sebelum segala sesuatu dicupatakan, Tuhan Yesus terlibat di dalam segala proses penciptaan bahakan melalui Yesus telah diciptakan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.

Oleh sebab itu apabila Tuhan Yesus menciptakan segala sesuatu maka sudah jelas bahwa Dia bukan termasuk “ciptaan” karena Dia adalah sang pencipta itu sendiri.

AKU ADALAH AKU (EGO EIMI)

Pada kitab keluaran 3:13-14 di sana diceritakan bagaimana Tuhan mengutus Musa untuk membebaskan bangsa Israel dari jajahan orang Mesir.

Kemudian Musa bertanya kepada Tuhan Allah, “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? apakah yang harus kujawab kepada mereka?” ( keluaran 3:13)

Kemudian di ayat yang ke 14 di sana Tuhan Allah menjawab Musa, “Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

AKU ADALAH AKU terjemahan Inggrisnya adalah I AM THAT I AM, sedangkan terjemahan bahasa Ibraninya adalah EHYEH ASYER EHYEH dan bila diterjemahkan ke bahasa Yunani menjadi EGO EIMI.

Jadi kata “I AM” ini adalah sebutan yang Tuhan Allah nyatakan kepada Musa dan ternyata perkataan I AM yang ada di kitab keluaran 3:14 kembali diucapkan oleh Tuhan Yesus di kitab Yohanes 8:58 yang berbunyi, “Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada (I AM/EGO EIMI).”

Bunyi dari King James Version, “Before Abraham was, I AM”.

Perkataan ini dikatakan Yesus kepada orang-orang Yahudi saat sedang bertanya jawab mengenai keturunan Abraham dan perkataan ini tentunya membuat orang Yahudi menjadi sangat murka karena nama tersebut sangatlah mereka kenal, yaitu nama yang pernah disebut oleh Tuhan Allah (YHWE) mereka sendiri.

Intinya di sini Tuhan Yesus menyatakan bahwa Dia telah ada di dunia ini bahkan sebelum Abraham dilahirkan, sekarang kalau Yesus hanyalah seorang “manusia biasa” maka sangatlah tidak mungkin Dia sudah ada sebelum Abraham ada.

Apalagi perkataan ini kemudian dilanjutkan dengan I AM/Aku telah ada (EGO EIMI), perkataan yang sama yang Tuhan Allah pernah katakan untuk memperkenalkan DiriNya kepada Musa sehingga hal ini semakin meneguhkan keilahian dari Yesus. Tidak ada klaim yang lebih tinggi daripada ini, di mana Yesus menyebut diriNya dengan sebutan yang sama seperti Allah sendiri.

Tuhan Yesus telah menampakan dan memperkenalkan diriNya kepada Musa melalui semak duri yang menyala dalam api dan mengatakan sebutan ini kepadanya.

Pernyataan Yesus bahwa Dia sudah ada sebelum Abraham tidak hanya merujuk pada dimensi waktu tetapi juga pada posisi Yesus yang adalah pencipta Abraham, pencipta Alam Semesta yang telah ada sejak semula dalam kesatuan dengan Allah Bapa, karena Yesus sendiri adalah Allah Anak.

Dan seketika itu juga orang Yahudi yang mendengarnya menjadi sangat marah sehingga mereka mengambil batu untuk melempari Yesus. (Yohanes 8:59). Ayat ini juga sebenarnya semakin meneguhkan bahwa Yesus memang telah memberitahukan bahwa diriNya adalah Tuhan, orang-orang Yahudipun mengerti akan maksud perkataan Yesus dan itulah sebabnya mereka ingin melempari Yesus dengan batu karena bagi mereka Yesus telah menghujat Allah.

Aku dan Bapa adalah Satu (Yoh 10:30)

Perkataan ini dikatakan Yesus saat orang Yahudi mendesaknya untuk segera mengatakan siapa diriNya sebenarnya, apakah Yesus memang Mesias atau bukan supaya mereka tidak lagi penasaran.

Tetapi kemudian Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku” (Yoh 10:25)

Kemudian Yesus melanjutkan dengan berkata, “Aku dan Bapa adalah satu. Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” (Yoh 10:31-32)

Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah“. (Yoh 10:33)

Perlu saya jelaskan bahwa kata “Satu” dalam hal ini bukan berarti satu dalam hal angka, tetapi lebih dalam hal satu hakekat, satu dzat, satu dalam hal keilahian.

Pada suatu waktu salah satu murid Yesus yang bernama Filipus meminta Yesus menunjukan kepadanya sosok Bapa (Tuhan Allah), kemudian Yesuspun berkata kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;” (Yoh 14:9)

Dalam iman orang kristen, kita mengenal yang namanya Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus, Allah yang memiliki 3 persona. Sama halnya dengan manusia bisa memiliki banyak nama yang masing-masing memiliki sifat dan kepribadiannya sendiri tetapi kita semua termasuk dalam satu spesies yang sama, yaitu manusia.

Pengakuan Allah Bapa Bahwa Yesus adalah Anak-Nya

Pada saat Yesus ingin memulai pelayanannNya, Dia terlebih dahulu memberi diriNya untuk dibaptis oleh Yohanes pembaptis di sungai Yordan. Saat itu Yohanes sebenarnya tidak mau membaptis Yesus dengan mengatakan, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” (ayat 14). Yohanes mengatakan ini karena dia tahu bahwa Yesus adalah Tuhan. Karena kemudian Yohanes bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yoh 1:29)

Tetapi jawaban Yesus, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya , lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Matius 3:17).

Pengakuan Tomas mengenai diri Yesus.

Di injil Yohanes 20, di sana diceritakan bagaimana salah satu murid Yesus yang bernama Tomas tidak mempercayai bahwa Yesus telah bangkit dari kubur dan mengatakan, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya” (Yoh 20:25)

tomas meragukan kebangkitan yesus
Yesus menampakan diriNya kepada Tomas

Beberapa hari kemudian Tuhan Yesus menampakan diriNya di hadapan Thomas serta murid-muridNya yang lain. Saat itu Yesus berkata, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” (Yoh 20:27)

Dan saat itu Tomas pun mengatakan, “Ya Tuhanku dan Allahku!”. (ayat 28)

Apabila Tomas saat itu salah bicara, pastilah Tuhan Yesus akan menegurnya dan mengatakan bahwa Dia bukanlah Tuhan, karena bangsa Yahudi sangatlah berhati-hati dalam mengucapkan nama Tuhan, di dalam kitab Taurat Musa dikatakan “Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan” (Keluaran 20:7)

Tetapi saat itu tidak ada kata-kata teguran yang keluar dari mulut Yesus. Tuhan Yesus tidak menolak penyembahan itu, malahan Tuhan Yesus menegaskan pengakuan Thomas dengan berkata, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29).

Tuhan Yesus memiliki otoritas untuk mengampuni dosa manusia

Selain injil Yohanes, kita juga dapat menemukan banyak referensi yang menunjukan keilahian Yesus. Misalnya saja di injil Markus yang memperlihatkan otoritas Tuhan Yesus untuk mengampuni dosa manusia. Hal ini tentu semakin membuktikan bahwa Yesus memiliki kesetaraan dengan Allah.

Orang lumpuh disembuhkan

Di injil Markus 2:1-12, di sana diceritakan bagaimana Yesus menyembuhkan orang yang sakit lumpuh di kapernaum, saat itu orang berbondong-bondong membawa tilam tempat orang lumpuh itu berbaring dan menurunkan orang lumpuh tersebut dari atap karena mereka tidak masuk karena banyak orang yang ingin melihat Yesus.

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni! Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri? (Markus 2:5-7)

Orang Yahudi tentu saja tidak menerima apa yang telah dilakukan oleh Yesus, karena menurut mereka hanya Allah sendiri sajalah yang berhak mengampuni dosa manusia, dan mereka menganggap Yesus telah menghujat Allah dengan tindakanNya itu.

Di sini Tuhan Yesus telah menunjukan secara langsung otoritas yang dimilikiNya untuk mengampuni dosa manusia, Tuhan Yesus kemudian melanjutkan dengan mengatakan, ”Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” –berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–:”Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” (Markus 2:9-10)

Tuhan Yesus menerima penyembahan murid-muridNya

Peristiwa ini terjadi saat murid-murid Yesus melihat Yesus berjalan di atas air. Dan karena saat itu hari sudah gelap maka mereka mengira Tuhan Yesus itu hantu, tetapi saat Tuhan Yesus semakin mendekat berkatalah Yesus, “Tenanglah! Aku ini, jangan takut”. (Markus 14:27)

Kemudian salah satu murid Tuhan Yesus yang bernama Petrus ingin memastikan kalau yang berjalan di atas air itu benar-benar adalah gurunya lalu meminta Yesus untuk menyuruh Petrus berjalan juga di atas air untuk menghampiriNya.

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.” (Matius 14:28-33)

Kita tahu kalau hanya Tuhan saja yan layak menerima penyembahan, dan di peristiwa ini sekali lagi kita lihat bagaimana Tuhan Yesus sama sekali tidak keberatan ataupun menegur murid-muridnya yang menyembah Dia.

Pengakuan dari roh jahat dari Gerasa

Kejadiannya berawal saat Yesus baru saja turun dari perahu kemudian datanglah seseorang dari kuburan yang kerasukan banyak roh jahat di daerah orang Gerasa. Tetapi tahukah kamu apa yang terjadi kemudian? Orang yang kerasukan roh jahat itu pun tersungkur di hadapan Yesus dan mengatakan sambil berteriak, “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” (Markus 5:7)

Yang menarik di sini adalah permohonan roh-roh jahat kepada Yesus dengan memanggilNya sebagai Anak Allah yang Maha Tinggi. Kemudian Yesus membiarkan roh-roh jahat itu keluar dan memasuki kawanan babi yang ada di dekat sana. Dan orang yang kerasukan itupun sembuh.

Dan Yesuspun berkata kepada orang yang telah disembuhkan itu, “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!(Markus 5:19)

Berdoa dalam nama Yesus

Salah satu tanda orang yang beriman adalah berdoa. Kita semua yang beriman pastilah pernah berdoa dan doa adalah cara kita mengutarakan rasa syukur bahkan permintaan kita kepada Tuhan.

Sebagai orang Kristiani, kita diajarkan oleh Tuhan Yesus untuk berdoa di dalam namaNya.

Yohanes 14:13-14, “Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.

Kalau Yesus hanyalah seorang nabi biasa, apakah Dia akan mengajarkan kita untuk berdoa dalam nama-Nya? Tetapi karena Tuhan Yesus adalah Firman Allah yang telah menjadi manusia, itulah sebabnya Yesus mengajarkan kita untuk percaya dan berdoa di dalam Nama-Nya.

Berdoa di dalam nama Yesus berbicara mengenai otoritas, ada kuasa apabila kita berdoa di dalam nama Yesus. Apakah ada manusia biasa yang mengajarkan kita untuk berdoa di dalam namanya? Adakah kuasa bila kita berdoa dalam nama manusia biasa? Hanya nama Yesus sajalah yang memiliki kuasa karena Dia adalah Tuhan.

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Filipi 2:9-11)

Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir

Peristiwa ini terjadi pada saat Yohanes sedang berada di dalam pengasingan di pulau bernama patmos. Di sana dia bertemu dengan Tuhan Yesus dan mendapatkan pewahyuan tentang apa-apa saja yang akan terjadi di masa depan seperti penghakiman dan juga kedatangan Tuhan Yesus untuk kedua kalinya.

Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata:Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” (Wahyu 1:17-18)

Di sini Tuhan Yesus memperkenalkan diriNya dengan salah satu nama Tuhan yaitu Alfa dan Omega atau yang awal dan yang akhir. Dia yang pernah mati tetapi kini hidup untuk selama-lamanya dan segala kuasa di alam semesta berada di dalam kuasaNya.

Memang masih banyak sekali peristiwa di dalam Alkitab yang menunjukan keilahian dari Tuhan Yesus, andai saya harus menulis semuanya mungkin saya harus membuat sebuah buku khusus untuk itu.

Tetapi dari ayat-ayat yang sudah saya jelaskan, saya harap anda sudah dapat lebih memahami tentang siapakah Yesus itu. Kuasa dan pekerjaanNya di bumi ini sebenarnya sudah memberikan kesaksian sendiri akan siapa diriNya.

Dan pada akhirnya hanya Roh Kudus saja yang bisa menaruh iman di hati kita untuk percaya, tetap kuat di dalam Tuhan dan Tuhan Yesus memberkati.

KasihAgape.com memperlengkapi tubuh Kristus yaitu gereja Tuhan di dalam pengajaran supaya iman kita terus bertumbuh di dalam Yesus sehingga rencana Tuhan boleh digenapi di dalam kehidupan kita.

Write A Comment

Pin It