Di jaman modern seperti sekarang ini, salib telah menjadi sebuah aksesoris yang sangat populer di dunia. Lihat saja di sekeliling kita, salib dengan mudah bisa kita temukan di mana-mana, seperti di baju, anting, kalung bahkan tidak sedikit para selebritis yang memiliki tato salib di tubuhnya.

Dan karena popularitasnya, ternyata orang yang memakai simbol salib tidak hanya orang Kristen saja akan tetapi orang-orang yang bukan kristen pun suka memakainya, karena mereka menganggap salib hanya sebagai aksesoris dan bisa dipakai oleh semua orang sebagai salah satu simbol fashion.

Popularitas tentu memiliki harganya sendiri dan salib yang telah menjadi ikon dunia bisa memberikan kesan positif maupun negatif bagi orang awam yang tidak terlalu memahaminya.

Andai saja orang yang memakai simbol salib adalah orang yang lurus jalannya maka nama Tuhan akan dipermuliakan tetapi bagaimana dengan orang-orang yang memakai simbol salib tetapi tidak mencerminkan nilai-nilai kekristenan sama sekali? Banyak kali mereka justru menjadi batu sandungan terutama bagi mereka yang belum percaya.

Arti Dari Salib

Lalu apa sebenarnya arti dari salib itu sendiri? Apakah hanya sebagai aksesoris biasa saja? Melihat mudahnya orang dapat memiliki benda salib ini dan menggunakannya tidak pada tempatnya, apakah arti dari salib itu menjadi pudar? Bahkan mungkin disalah artikan?

Jawabannya tentu tidak, karena salib memiliki arti yang teramat sangat penting, terutama bagi Iman orang Kristen.

Salib melambangkan pemulihan hubungan Allah dengan manusia, karena tanpa salib tidak akan ada pemberitaan tentang kuasa dan pengampunan Allah.

Mengapa Salib Menjadi Sangat Penting?

Pada zaman romawi kuno di tahun ke-6 SM sampai tahun ke-4 sesudah masehi, salib adalah sebuah alat yang digunakan untuk menghukum mati para penjahat besar seperti pembunuh ataupun pemberontak.

Penjahat yang disalib akan mengalami penderitaan yang sangat luar biasa dengan tangan dan kaki mereka terpaku di atas kayu salib, dan mereka akan dibiarkan tergantung di sana sampai mereka mati.

Jadi salib merupakan hukuman yg paling hina dan berat pada masa itu, bahkan dalam sejarah umat manusia.

Tetapi salib sebenarnya hanyalah sebuah kayu biasa yang sudah ada bahkan sebelum Yesus dilahirkan di dunia ini, lalu apa yang membuat salib menjadi begitu istimewa?

Yang membuat salib memiliki arti yang sangat penting adalah bukan mengenai sejarah salib itu sendiri akan tetapi lebih kepada pribadi atau orang yang pernah disalibkan.

2000 tahun yang lalu, Saat Yesus menyerahkan diriNya untuk disalib, arti dari salib itu pun berubah.

Dalam iman orang Kristen, salib melambangkan sebuah kontradiksi, salib bisa melambangkan suatu penderitaan tetapi juga kasih, pemberontakan dan juga ketaatan, kita bisa melihat kematian tetapi juga kehidupan, salib juga melambangkan kehinaan dan juga kemuliaan.

Arti salib menurut alkitab

Lalu apa sebenarnya arti dari salib itu sendiri menurut alkitab? Dan bagaimana Salib dapat menjadi sebuah tanda bagi umat manusia bahwa Tuhan Allah sungguh mengasihi kita semua?

#1 Salib melambangkan keadilan dan kasih Tuhan.

Roma 3:23, firman Allah mengatakan, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”

Alkitab dengan jelas mengatakan kalau tidak ada satupun manusia di dunia ini yang tidak berdosa, dan hukuman dari dosa adalah maut. Artinya kita semua harus mati karena dosa-dosa kita.

Akan tetapi Tuhan Allah memiliki sebuah rencana penyelamatan dengan cara mengutus AnakNya yang tunggal yaitu Yesus Kristus sebagai persembahan untuk menebus dosa umat manusia.

Salib telah menunjukan kepada kita sifat Allah yang adalah ADIL dan juga KASIH. Adil dan kasih memang terdengar saling berlawanan dan sulit bagi kita untuk memahami bagaimana kedua hal ini bisa berjalan berdampingan satu sama lain.

Tetapi hikmat Allah tidak dapat dibatasi oleh pemahaman manusia dan melalui karya penebusan yang dilakukan oleh Yesus Kristus maka keadilan dan kasih Allah dapat kita lihat dengan jelas di atas kayu salib.

Allah yang Adil

Allah yang ADIL adalah Allah yang tidak akan membiarkan manusia berdosa lepas dari hukuman, jadi kita semua sebenarnya adalah orang-orang yang sedang berbaris menantikan hukuman Allah, karena kita semua adalah manusia berdosa. (Roma 3:23)

Sejarah di dalam alkitab sudah banyak mencatat bagaimana Allah menghukum manusia karena pelanggaran atau dosa-dosa mereka. Misalnya saja hukuman kepada Adam dan hawa, air bah pada jaman nabi Nuh, Kota Sodom dan Gomora yang ditunggang balikan dengan api yang turun dari langit, maupun tulah-tulah yang menghantam bangsa Mesir.

Keadilan Allah harus dinyatakan dalam bentuk pinalti atau penghukuman atas dosa. Dan hukuman atas dosa adalah maut.

Allah tidak mungkin menyangkal sifat adil yang Dia miliki sendiri dan sebagai hakim yang maha adil, Tuhan harus tegas menyatakan keadilanNya melalui penghukuman. Tuhan Allah bisa saja memilih untuk menjatuhi hukuman dosa kepada semua umat manusia, tapi puji Tuhan! Sifat kasih Allah membuka jalan kepada sebuah rencana penebusan yang begitu mulia.

Allah Adalah Kasih

1 Yohanes 4:16b(TB)Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia“.

Selain Allah yang adil, kita semua boleh bersyukur karena Tuhan sangat mengasihi kita semua. Sehingga keadilan/hukuman Allah yang harusnya kita terima telah dinyatakan di dalam kematian Yesus di atas kayu Salib untuk kita semua.

Kenapa Tuhan mau mengampuni dosa kita?

Karena KASIH yang Allah berikan kepada anda dan saya adalah kasih yang tidak bersyarat, Dia berhak mengasihi siapa saja yang Dia mau kasihi dan kasih yang Allah berikan adalah kasih yang tertinggi, kasih yang termulia sehingga manusia yang sebenarnya tidak layak ternyata dipandang layak bahkan mulia di hadapan Tuhan.

Jadi Yesus Kristus adalah pernyataan kasih Allah yang nyata yang kemudian membuka jalan kepada pengampunan dari hukuman dosa. Ya betul! Yesus yang tidak berdosa telah dijatuhi hukuman yang seharusnya kita terima supaya keadilan dan kasih Allah dinyatakan di dalam kehidupan kita.

Roma 5:8 mengatakan, “Akan tetapi Allah menunjukan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa”.

Salib adalah jalan pengampunan dari hukuman dosa

Roma 6:23 mengatakan, “sebab upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah adalah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”.

2000 tahun yang lalu di bukit yang bernama bukit tengkorak, telah di salibkan seseorang yang tidak berdosa sama sekali dan semua dosa umat manusia telah ditimpahkan kepadanya yang membuat sekujur tubuhnya penuh dengan luka, Dia telah menjadi kutuk karena pelanggaran kita supaya kita di selamatkan dari maut.

1 Petrus 2:24 mengatakan, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”

Kitalah yang seharusnya berada di atas kayu salib itu tetapi mengapa Yesus yang tidak berdosa mau menanggung dosa kita semua?

Kita yang seringkali berdosa dengan pikiran kita, tetapi mengapa kepala Dia yang dikenakan mahkota duri…

Tangan kita yang sering kita gunakan untuk memukul orang, untuk mencuri, tetapi mengapa tangan Dia yang terpaku…

Kaki kita yang seringkali membawa kita ke tempat-tempat kotor yang penuh dengan dosa, tetapi mengapa kaki Dia yang terpaku…

Firman Tuhan mengatakan “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3:13)

Tuhan Yesus telah mati di atas kayu salib sebagai jalan pengampunan bagi DOSA kita semua.

Dia telah menggantikan posisi kita supaya kita boleh mendapatkan kasih karunia yaitu pengampunan dosa melalui iman kita di dalam Kristus Yesus.

Haleluya! Hutang dosa kita telah dilunasi oleh Tuhan Yesus dan sekarang kita hidup di dalam kasih karunia Allah.

Salib adalah lambang kasih Allah dan kasih Allah telah memerdekakan kita semua dari hukuman dosa.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3:16

Salib adalah penggenapan nubuatan mengenai rencana Allah.

Nabi Yesaya yang hidup 800 tahun sebelum Yesus dilahirkan di dunia ini telah menubuatkan mengenai penderitaan yang akan dialami oleh Yesus di dalam menggenapi rencana Tuhan.

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” . (Yesaya 53:4-5)

Jadi salib merupakan sebuah jalan yang Tuhan Yesus ambil untuk memikul dosa seluruh umat manusia, kita ada sebagaimana adanya saat ini, semua karena kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus Tuhan.

Jadi meskipun di suatu saat salib merupakan lambang kehinaan akan tetapi Tuhan Yesus telah membuatnya menjadi sebuah lambang kemenangan atas dosa, melalui salib hubungan antara Allah dan manusia dipulihkan.

Salib memang merupakan sebuah tanda yang selalu menimbulkan perbantahan, karena mana mungkin Tuhan mengijinkan penderitaan yang begitu besar kepada AnakNya sendiri? Atau kenapa Yesus tidak melakukan sesuatu untuk menghindari diri Nya dari salib itu? Kenapa Dia harus taat bahkan sampai mati?

Sepanjang sejarah umat manusia terdapat berbagai macam ajaran yang mengharuskan kita untuk mencari Tuhan, tetapi sekarang Tuhan yang datang mencari kita, coba kita renungkan sejenak bahwa Tuhan yang maha kuasa mau datang mencari kita yang telah tersesat untuk kembali dikumpulkan bersama dengan Dia.

Betapa mulia dan berharganya kita di mata Allah dan betapa tinggi dan agungnya kasih Allah bagi kita semua yang telah diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dan kasih itu adalah Kasih Allah untuk kita semua melalui AnakNya yang tunggal Yesus Kristus. Amin.

KasihAgape.com memperlengkapi tubuh Kristus yaitu gereja Tuhan di dalam pengajaran supaya iman kita terus bertumbuh di dalam Yesus sehingga rencana Tuhan boleh digenapi di dalam kehidupan kita.

Write A Comment

Pin It